Mulai Pengalaman Audio
Ujian Akhir Semester PPG

Ajib Alfarizi, S.Kom.

"Tabe Salamat Linggu Nalatai, Salam Sahujud Karedem Malempang! Adil Katalino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata."

Representasi Katingan • Guru Vokasi & Informatika

Bab I

Identitas &
Akar Peradaban

Ajib Alfarizi

Ajib Alfarizi, S.Kom.

IT Expert & Pendidik

Nama saya Ajib Alfarizi, lahir dan mengakar kuat di Desa Tumbang Gaei, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Tanah kelahiran saya adalah urat nadi peradaban sungai dan penjaga paru-paru dunia. Di kelilingi Hutan Tropis yang lebat dan bentangan Sungai Katingan, saya dibesarkan dalam filosofi luhur Dayak: Ritual Tiwah yang sakral, kebersamaan di Rumah Betang, serta kearifan tak tertulis untuk selalu menjaga ekuilibrium (keseimbangan) dengan alam.

Secara akademis, saya adalah lulusan Sarjana Teknik Informatika dari STMIK Banjarbaru (2024). Kepakaran saya bertumpu pada pengembangan ekosistem digital: Web Engineering, Jaringan Komputer, hingga arsitektur Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler Arduino dan LoRa. Untuk memvalidasi kompetensi, saya memegang sertifikasi BNSP sebagai Junior Network Administrator dan lisensi Certified Public Speaking (CPA). Di ranah sosial, dedikasi saya tertuang sejak 2019 sebagai Pembina Pramuka (KMD), membentuk karakter tangguh lintas generasi.

Manifesto Pengabdian (Inspirasi & Visi)

"Menyaksikan langsung ketimpangan akses teknologi di daerah 3T memantik api dalam diri saya. Visi saya bukan sekadar mentransfer teori, melainkan menjadi jembatan literasi digital. Saya ingin memastikan anak-anak pedalaman mampu menguasai Revolusi Industri 4.0 tanpa harus kehilangan akar identitas budaya mereka. Menjadi guru, bagi saya, adalah intervensi peradaban."

Bab II • Ideologi Pedagogi

Filosofi Mengajar

01 Sinergi Huma Betang & Trilogi Pendidikan

Filosofi mengajar saya bernapas dari fondasi "Huma Betang"—simbol kesetaraan, gotong royong, dan toleransi. Saya memadukan kearifan ini dengan ajaran agung Ki Hajar Dewantara: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Berangkat dari latar belakang Pramuka dan pakar IT, saya memandang pendidikan bukan sebatas menginjeksi baris kode ke memori siswa, melainkan proses "memanusiakan manusia". Teknologi hanyalah perkakas (tools), sedangkan jiwa utamanya adalah membangun karakter (character building) yang berwawasan global namun tetap berpijak kokoh pada kearifan lokal Nusantara.

02 Konstruktivisme Vygotsky & TPACK

Secara pedagogis, saya menerapkan Teori Konstruktivisme Vygotsky dan kerangka TPACK untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Melalui pendekatan Problem-Based Learning (PBL), siswa dilatih untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan nyata yang relevan dengan bidang keahlian mereka. Peran saya adalah sebagai fasilitator yang memberikan scaffolding dan memanfaatkan teknologi digital guna mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.

03 Dekonstruksi Kesenjangan (Visi 3T)

Pada puncak hierarki nilai saya, terdapat dedikasi absolut untuk menghancurkan kesenjangan literasi digital, wabilkhusus di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Pendidikan vokasional tidak boleh elitis. Tugas suci saya adalah melahirkan teknokrat muda yang lincah secara digital, berdaya saing industri tinggi, namun memiliki kepekaan ekologis (ecological awareness) serta empati sosial yang tebal terhadap kemajuan masyarakat sekitarnya.

Bab III • Bukti Kinerja

Galeri Artefak Akademik

Rekaman Utuh (Full)

Praktik Pembelajaran Real-Time

Video Sintesis (30 Menit)

Suntingan Padat Implementasi PPL

Bab IV • Konklusi Akhir UAS

Sintesis Refleksi Akhir
PPL Terbimbing

1. Esensi Pembelajaran

Transformasi terbesar saya sebagai calon guru profesional adalah memahami bahwa Pedagogi > Teknologi. RPP canggih berbasis IT menjadi tak bernyawa tanpa kemampuan Teaching at the Right Level (TaRL). Saya belajar insting manajerial ruang kelas nyata; memetakan emosi, kelelahan fisik siswa vokasi, serta urgensi membedakan Perlakuan antara siswa jurusan Logam (karakter keras/motorik) dan Tekstil (teliti/estetik).

2. Resiliensi & Solusi

Dinamika Tantangan: Mengelola perbedaan kecepatan belajar siswa saat praktik pembuatan karya kriya logam dan tekstil, memastikan ketelitian dalam penggunaan alat dan bahan, serta membangun kepercayaan diri siswa dalam mengembangkan kreativitas dan menyelesaikan permasalahan yang muncul selama proses berkarya.

Strategi Resolusi: Menerapkan komunikasi yang tegas dan suportif serta mengembangkan sistem tutor sebaya dalam kelompok belajar. Melalui pendekatan Problem-Based Learning (PBL), siswa didorong untuk berkolaborasi, bertukar ide, dan menyelesaikan permasalahan secara mandiri sehingga tercipta budaya belajar yang aktif, kreatif, dan bertanggung jawab.

3. Proyeksi PPL Mandiri

Sintesis evaluasi Siklus 1-3 dari Guru Pamong dan DPL memvalidasi inovasi IT saya. Namun, Umpan Balik Konstruktif yang menjadi cetak biru saya menuju PPL Mandiri adalah:

Menekan drastis porsi Teacher-Talk dan membuka ruang eksplorasi student-agency lebih luas.
Merakit instrumen asesmen formatif real-time saat siswa memegang mesin, bukan sekadar menilai produk finalnya.

Pernyataan Komitmen Profesional

"E-Portfolio ini bukan sekadar tugas akhir (UAS), melainkan prasasti akademik. Saya, Ajib Alfarizi, siap mengabdikan diri sebagai Pendidik Vokasi dan Informatika yang progresif, berdiri di garda terdepan literasi digital, dan tetap menunduk pada akar budaya luhur Nusantara."

Signature

Ajib Alfarizi, S.Kom.